Penuhi Aturan Mendag, Indomaret Jual Gerai

Image

Tahun ini, Indomaret menambah 1.000 gerai baru.

VIVAnews – Manajemen PT Indomarco Prismatama, pemegang waralaba Indomaret mengatakan, pihaknya tidak terlalu khawatir dengan adanya Peraturan Menteri Perdagangan No.68 Tahun 2012 yang mengatur mengenai waralaba untuk jenis toko modern.

Dalam permendag tersebut disebutkan, bila pemberi waralaba atau penerima waralaba untuk jenis usaha toko modern telah memiliki gerai sebanyak 150 unit, pendirian gerai selanjutnya wajib diwaralabakan.

Para pemberi waralaba, peraturan tersebut melanjutkan, diwajibkan mewaralabakan 40 persen dari jumlah outlet yang ditawarkan setelah 150 gerai pertama.

Menanggapi aturan tersebut, Direktur Pemasaran Indomaret, Wiwiek Yusuf, mengatakan, “Kami dari awal memang menggunakan sistem waralaba, jadi hanya tinggal menyesuaikan,” kata Wiwiek saat dihubungi VIVAnews di Jakarta, Jumat 9 November 2012.

Wiwiek menambakan, saat ini, perusahaannya sudah memiliki 7.000 gerai dan dari keseluruhan gerai tersebut sudah menggunakan sistem waralaba sebanyak 37 persen. “Jadi, kami tinggal mengikuti aturan yang berlaku saja, tinggal menjual yang tiga persen,” ujarnya.

Untuk menjual tiga persen dari total gerai perseroan, menurut dia, akan dilakukan dengan penambahan gerai waralaba dari awal ataupun dengan sistem take over gerai yang sudah ada. “Cara ini diteruskan, karena memang sudah lama dilakukan perusahaan. Bahkan, jauh sebelum peraturan ini keluar,” kata Wiwiek.

Wiwiek pun menyatakan, untuk memenuhi minimal 40 persen gerai diwaralabakan itu tidak akan terlalu sulit bagi perusahaan. “Nanti, seiring pameran juga terpenuhi. Apalagi, ada juga yang datang ke kantor untuk memutuskan membeli gerai yang sudah eksis,” tuturnya.

Tahun ini, Indomaret menambah 1.000 gerai baru dari 6.000 gerai pada tahun lalu, sehingga menjadi 7.000 gerai. Dari keseluruhan gerai, hampir 80 persen berada di Pulau Jawa. Sementara itu, sisanya, tersebar di Sumatera, Bali, Lombok, dan sebagian Makassar.

Perusahaan pada tahun ini menargetkan omzet penjualan mencapai Rp24  triliun. Target ini naik 30 persen dari pencapaian 2011 senilai Rp 18 triliun.

Kendati demikian, untuk rencana ekspansi ke depan, Wiwiek enggan memberikan penjelasan. “Kami menunggu adanya pembahasan dulu dan mungkin akan dilakukan setelah tutup tahun ini,” ujarnya. (art)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s